Minggu, 09 Februari 2014

Perbedaan Sistem MLM Direct Selling dan Sistem Piramida

Sistem MLM yang dijalankan Oriflame sejak awal berdiri di tahun 1967 itu adalah MLM direct selling. Berikut ini dijelaskan dan sedikit diedit dari artikel sebelah mengenai perbedaan MLM direct selling dan piramida.
" Banyak orang yang salah menilai tentang MLM yang beneran, mereka menganggap MLM direct selling itu sama dengan sistem piramida yang sudah terbukti banyak merugikan banyak orang. Tapi sebenarnya sistem MLM yang direct selling itu beda jauh sama sistem piramida. Pada artikel ini saya coba menjelaskan perbedaan kedua sistem tersebut. Bersumber dari web resmi APLI yaitu web Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia, saya berusaha memberikan informasi yang lebih jelas tentang MLM. Untuk diketahui bersama bahwa Oriflame adalah salah satu perusahaan MLM yang telah terdaftar di APLI. Oriflame berada di urutan nomor 5 di daftar perusahaan MLM di Indonesia yang terdaftar di APLI dengan nomor 0011/06/93, artinya telah terdaftar sejak tahun 1993. Sudah hampir 20 tahun ya ternyata, artinya Oriflame ini terbukti MLM yang sehat.

Perbedaan Antara MLM

Direct Selling dan Piramida


MLM Direct Selling
  1. Sudah dimasyarakatkan dan diterima hampir di seluruh dunia
  2. Berhasil meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan para anggotanya dari level atas sampai level bawah.
  3. Keuntungan/keberhasilan Mitra Usaha ditentukan dari hasil kerja dalam bentuk penjualan/pembelian produk/jasa yang bernilai dan berguna untuk konsumen.
  4. Setiap orang hanya berhak menjadi Mitra Usaha sebanyak SATU KALI saja.
  5. Biaya pendaftaran menjadi anggota tidak terlalu mahal, masuk akal dan imbalannya adalah Starter Kit yang senilai. Biaya pendaftaran tidak dimaksudkan untuk memaksakan pembelian produk dan bukan untuk mencari untung dari biaya pendaftaran
  6. Keuntungan yang didapat Mitra Usaha dihitung berdasarkan hasil penjualan dari setiap anggota jaringannya
  7. Jumlah orang yang direkrut anggota tidak dibatasi, tetapi dianjurkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.
  8. Setiap Mitra Usaha sangat tidak dianjurkan bahkan dilarang menumpuk barang (Inventory Loading) karena di dalam jualan langsung yang terpenting adalah produk yang dibeli bisa dipakai dan dirasakan khasiat/kegunaannya oleh konsumen
  9. Program pembinaan Mitra Usaha sangat diperlukan agar didapat anggota yang berkualitas tinggi.
  10. Pelatihan produk menjadi hal yang sangat PENTING, karena produk harus dijual sampai ke tangan konsumen.
  11. Setiap up line sangat berkepentingan dengan meningkatnya kualitas dari para downlinenya, kesuksesan seorang Mitra Usaha dapat terjadi jika downlinenya sukses. Keberhasilan upline ikut ditentukan dari keberhasilan down line.
  12. Merupakan salah satu peluang berusaha yang baik dimana setiap Mitra Usaha harus terus melakukan pembinaannya untuk jaringannya. Tidak bisa hanya menunggu.

MLM Piramida
  1. Sudah banyak negara yang melarang dan menindak perusahaan dengan sistem ini, bahkan pengusahanya ditangkap pihak yang berwajib
  2. Hanya menguntungkan bagi orang-orang yang pertama atau lebih dulu bergabung sebagai anggota, atas kerugian yang mendaftar belakang
  3. Keuntungan/keberhasilan anggota ditentukan dari seberapa banyak yang bersangkutan merekrut orang lain yang menyetor sejumlah uang sampai terbentuk satu format Piramida.
  4. Setiap orang boleh menjadi anggota berkali-kali dalam satu waktu tertentu, menjadi anggota disebut dengan “membeli KAVLING“, jadi satu orang boleh membeli beberapa kavling.
  5. Biaya pendaftaran anggota sangat tinggi, biasanya disertai dengan produk-produk yang jika dihitung harganya menjadi sangat mahal (tidak sesuai dengan produk sejenis yang ada di pasaran). Jika seorang anggota lebih banyak merekrut orang lain, maka barulah yang bersangkutan mendapatkan keuntungan, dengan kata lain keuntungan didapat dengan merekrut lebih banyak anggota, bukan dengan penjualan yang lebih banyak.
  6. Keuntungan yang didapat anggota dihitung berdasarkan sistem rekruting sampai terbentuk format tertentu.
  7. Jumlah anggota yang direkrut dibatasi. Jika ingin merekrut lebih banyak lagi, yang bersangkutan harus menjadi anggota (membeli kavling) lagi.
  8. Setiap anggota dianjurkan untuk menjadi anggota berkali-kali dimana setiap kali menjadi anggota harus membeli produk dengan harga yang tidak masuk akal. Hal ini menyebabkan banyak sekali anggota yang menimbun barang dan tidak dipakai.
  9. Tidak ada program pembinaan apapun juga, karena yang diperlukan hanya rekruting saja.
  10. Tidak ada pelatihan produk, sebab komoditas hanyalah rekrut keanggotaan. Produk dalam sistem ini hanyalah suatu KEDOK saja.
  11. Para up line hanya mementingkan rekruting orang baru saja. Apakah downline berhasil atau tidak, bukanlah merupakan perhatian dari upline
  12. Bukan merupakan suatu peluang usaha, karena yang dilakukan lebih menyerupai untung-untungan , dimana yang perlu dilakukan hanyalah ?membeli kavling? dan selanjutnya hanyalah menunggu
Nah sudah tau kan tentang perbedaan kedua sistem tersebut. Kalau di Oriflame sendiri sangat-sangat masuk kategori MLM yang direct selling, ga boleh stok produk, harus juga selalu membina downline-downline nya, upgrade ilmu dan informasi sangat penting di jaringan saya. Jadi jangan sampai kita salah pilih bisnis MLM ya. Pilih dan pilah terlebih dahulu sebelum menentukan pilihan. - See more at: http://blog.binar-binar.com


atau



Tidak ada komentar :

Posting Komentar